Masih Berarti
Hidupmu tak akan berarti, bila kamu hanya bisa menghela napas
Duduk memandang kosong dan mengingat yang telah terlepas
Karena masa lalu hanya satu kali terjadi, meski hidupmu telah terhempas
Kenapa buah yang telah masak tidak dapat terpetik, alangkah sayangnya
Dan sungguh sayang bila kertas yang putih dicelupkan ke tinta hitam seluruhnya
Tapi Semua itu masih berguna dan berarti meski dirimu tidak menganggapnya
Coba lihatlah karena Daun yang telah gugur masih dapat menyuburkan tanah pohonnya
- Januari 2008-
AKU KATAKAN SEMUANYA TAK AKAN SEPERTI DULU
KENANGAN INDAHMU AKAN SELALU MENGENDAP DIHATIKU
MESKI AKU MERASA SANGAT MERINDUKANMU
ENTAH APAKAH KAU TERSENYUM PADAKU
WAHAI JELITA MENGERTILAH BAHWA AKU AKAN TETAP TERSENYUM
MESKI KAU MENYAKITIKU
KU MERASA LEBIH SAKIT JIKA KEHILANGANMU
AKAN KU SONGSONG KAU DISEBERANG LAUT
KU JANJIKAN NEGERI TERINDAH UNTUK MU
PASTI AKAN KU TEPATI AGAR KAU SELALU SENANTIASA BAHAGIA
KAN KUJAGA KAU BAGAI PERMAISURIKU DENGAN SELURUH TENTARAKU
KU AMANKAN DIRIMU DALAM BELAI KASIH SAYANGKU
PASTI AKAN AKU WUJUDKAN
KE DARATAN
ANGIN MENIUPKAN LAYAR KAPAL
MENDORONG KAPAL PUTIH ITU UNTUK KEDARATAN
TETAPI DARATAN TAK KUNJUNG DITEMUI
AWAKNYA MULAI BOSAN DAN GELISAH
SATU PERSATU MEREKA BERDOA
KARENA HANYA ITU YANG DAPAT IA LAKUKAN
DAN MEREKA LAKUKAN PUN HANYA BERDOA
HINGGA AKHIRNYA DARATAN NAMPAK
DALAM BAYANGAN GELOMBANG BESAR
HANCURKAN KAPAL DAN MENENGGELAMKANNYA
MENDORONG KAPAL KE DARATAN SEBENARNYA
ITU MUNGKIN SURGA ATAU NERAKA
HANYA DOA YANG MENEMPATKANNYA
-FEBRUARI 2006-
My adalah saya sendiri yang banyak Mine dalam otak saya dan berharap Mind disetiap yang saya hargai.
Minggu, 02 Maret 2008
TETAP
Batu Pun Tetap Terdiam
Air Akan Tetap Mengalir Kebawah
Dan Waktu Tetap Meninggalkan Dunia
Apabila Memang Sudah Saatnya
Semuanya Akan Berhenti Menjadi Tetap
Tetap Pada Takdirnya
Sedang Apa Yang Telah Terjadi Tetap Tercatat
Sampai Pada Waktunya
Semua Perbuatan Tetap Ada Balasan
Tetap Ada Dunia Baru Setelah Kematian
Akan Juga Ditetapkan Surga Atau Neraka
Tetap Takut Pada Neraka
Tetap Bahagia Dan Sejahtera Berada Disurga
-Januari 2008-
SEGENGGAM PASIR
Tersentuh Air Laut Diujung Hari
Sebuah Kisah Terhempas Segenggam Pasir
Pasang Tertarik Bulan Menangis
Ombak Dengan Bersorak Sorai Dan Berlari-Lari
Mengejar Daratan Tinggi
Meceraikan Segenggam Pasir
Segenggam Pasir Dari Tangan Seorang Anak Miskin
Segenggam Harapan Untuk Segenggam Pasir
Hidup Ini Harus Berarti
Walaupun Hempasan Ombak Menghanyutkan Pasir
Hidup Harus Tetap Menari
Tak Akan Berhenti Karena Ombak Menghempaskan Pasir
Semangatnya Akan Berjaya Seperti Pasir
Ia Meski Terhanyut, Tetap Akhirnya Ia Harus Kembali
-Januari 2008-
SYUKUR BURUNG
Biru menampakan Luas
Sebuah senandung dari burung-burung
Untuk saling Bersyukur dan berdoa
Terbang mengitari awan-awan lembut
Bermandikan angin sejuk dibawah payung surya
Burung pun tahu bersyukur
Tak henti Menari terbang dan ria bercanda
-Januari 2008-
Batu Pun Tetap Terdiam
Air Akan Tetap Mengalir Kebawah
Dan Waktu Tetap Meninggalkan Dunia
Apabila Memang Sudah Saatnya
Semuanya Akan Berhenti Menjadi Tetap
Tetap Pada Takdirnya
Sedang Apa Yang Telah Terjadi Tetap Tercatat
Sampai Pada Waktunya
Semua Perbuatan Tetap Ada Balasan
Tetap Ada Dunia Baru Setelah Kematian
Akan Juga Ditetapkan Surga Atau Neraka
Tetap Takut Pada Neraka
Tetap Bahagia Dan Sejahtera Berada Disurga
-Januari 2008-
SEGENGGAM PASIR
Tersentuh Air Laut Diujung Hari
Sebuah Kisah Terhempas Segenggam Pasir
Pasang Tertarik Bulan Menangis
Ombak Dengan Bersorak Sorai Dan Berlari-Lari
Mengejar Daratan Tinggi
Meceraikan Segenggam Pasir
Segenggam Pasir Dari Tangan Seorang Anak Miskin
Segenggam Harapan Untuk Segenggam Pasir
Hidup Ini Harus Berarti
Walaupun Hempasan Ombak Menghanyutkan Pasir
Hidup Harus Tetap Menari
Tak Akan Berhenti Karena Ombak Menghempaskan Pasir
Semangatnya Akan Berjaya Seperti Pasir
Ia Meski Terhanyut, Tetap Akhirnya Ia Harus Kembali
-Januari 2008-
SYUKUR BURUNG
Biru menampakan Luas
Sebuah senandung dari burung-burung
Untuk saling Bersyukur dan berdoa
Terbang mengitari awan-awan lembut
Bermandikan angin sejuk dibawah payung surya
Burung pun tahu bersyukur
Tak henti Menari terbang dan ria bercanda
-Januari 2008-
MAAF SESALKU
Setelah Semuanya
Aku Harap Bisa Kumaafkan
Namun Apa Daya Aku Tetap Merasa Kesal Dan Kecewa
Alangkah Semua Itu Merasa Sulit
Benar-Benar Kesal Dan Marah
Aku Harap Bisa Kumaafkan
Tetap Saja Aku Merasa Bodoh Dan Menyesal
Dan Sesalku Tak Bisa Berhenti
Kupikir Aku Hanya Manusia, Aku Pasti Banyak Kelemahan
Ingin Sekali Dapat Dimaafkan
Dan Kuharap Sesalku Juga Termaafkan
Karena Aku Harus Selalu Berterimakasih
-Januari 2008-
BINTANG TERANG
Lihat Keatas Langit Malam Hari
Ia Itu Bersinar Sangat Gemerlap Dan Menyilaukan
Namun Ingin Selalu Tatapan Memandangnya
Mungkin Ia Itu Benar-Benar Sangat Ingin Ditatap
Dan Tak Akan Bisa Berpaling Dari Terangnya
Sungguh Ia Itu Menerangi Hati
Dan Syukur Tak Pernah Cukup Membalas Terangnya
Karena Ia (Bintang Terang) Telah Membuat Gelap Malam Menjadi Terang
Dan Hati Ingin Merasa Jika Waktu Tetap Pada Tempatnya
Berharap Ia Tetap Menerangi
Sebab Mata Ini Tak Pernah Puas Memandangnya.
Karena Ia Telah Melemahkan Hatiku
-Januari 2008-
Setelah Semuanya
Aku Harap Bisa Kumaafkan
Namun Apa Daya Aku Tetap Merasa Kesal Dan Kecewa
Alangkah Semua Itu Merasa Sulit
Benar-Benar Kesal Dan Marah
Aku Harap Bisa Kumaafkan
Tetap Saja Aku Merasa Bodoh Dan Menyesal
Dan Sesalku Tak Bisa Berhenti
Kupikir Aku Hanya Manusia, Aku Pasti Banyak Kelemahan
Ingin Sekali Dapat Dimaafkan
Dan Kuharap Sesalku Juga Termaafkan
Karena Aku Harus Selalu Berterimakasih
-Januari 2008-
BINTANG TERANG
Lihat Keatas Langit Malam Hari
Ia Itu Bersinar Sangat Gemerlap Dan Menyilaukan
Namun Ingin Selalu Tatapan Memandangnya
Mungkin Ia Itu Benar-Benar Sangat Ingin Ditatap
Dan Tak Akan Bisa Berpaling Dari Terangnya
Sungguh Ia Itu Menerangi Hati
Dan Syukur Tak Pernah Cukup Membalas Terangnya
Karena Ia (Bintang Terang) Telah Membuat Gelap Malam Menjadi Terang
Dan Hati Ingin Merasa Jika Waktu Tetap Pada Tempatnya
Berharap Ia Tetap Menerangi
Sebab Mata Ini Tak Pernah Puas Memandangnya.
Karena Ia Telah Melemahkan Hatiku
-Januari 2008-
LANGIT KELABU
Meski Semua Langit Menjadi Kelabu
Serpih-Serpih Jerit Dan Tangis Pasti Yang Lebih Mencabik-Cabik
Biarlah Kayu Kering Ini Tetap Berdiri Tegak
Dan Tak Ada Harap Untuk Menjadi Berbuah
Dan Ingin Sekali Menjadi Hujan Langit Itu
Atau Lebih Baik Petir Menjadi Sangat Keras
Agar Sedih Ini Menjadi Ketakutan
-September 2007-
TUBUH TUA
Tubuh Tua Itu Yang Kini Tiada Ada Daya
Hanya Ingin Kembali Semua Seperti Dulu
Hanya Ingin Menjadi Makanan Ulat-Ulat Mayat
Terdiam Dan Tersandar Ia Sambil Menatap Kosong
(Benarkah Tatapan Itu Kosong?)
Sandaran Yang Tidak Ingin Berontak
Sambil Sesekali Pemiliknya Memejamkan Mata Putihnya
Dan Tak Dapat Lagi Ia Bersombong Ria
Semua Telah Tak Berarti
Atau Semua Ini Telah Mengandung Arti
Sambil Sesekali Pemiliknya Menundukkan Kepala
Pemiliknya Berdoa,
Ia Berharap Ingin Kebaikan Setelah Ia Terbujur Kaku
Berharap Setelah Semua Yang Tertinggal Memaafkannya
Setelah Apa Yang Tubuh Rentanya Lakukan Pada Saat Muda
TUBUH TUA
Tubuh Tua Itu Yang Kini Tiada Ada Daya
Hanya Ingin Kembali Semua Seperti Dulu
Hanya Ingin Menjadi Makanan Ulat-Ulat Mayat
Terdiam Dan Tersandar Ia Sambil Menatap Kosong
(Benarkah Tatapan Itu Kosong?)
Sandaran Yang Tidak Ingin Berontak
Sambil Sesekali Pemiliknya Memejamkan Mata Putihnya
Dan Tak Dapat Lagi Ia Bersombong Ria
Semua Telah Tak Berarti
Atau Semua Ini Telah Mengandung Arti
Sambil Sesekali Pemiliknya Menundukkan Kepala
Pemiliknya Berdoa,
Ia Berharap Ingin Kebaikan Setelah Ia Terbujur Kaku
Berharap Setelah Semua Yang Tertinggal Memaafkannya
Setelah Apa Yang Tubuh Rentanya Lakukan Pada Saat Muda
-September 2007-
Sabtu, 05 Januari 2008
Persimpangan

kala aku ada dipersimpangan,
ingin rasanya tubuh ini kubagi menjadi empat,
agar setiap jalannya dapat aku lalui,
namun ketika aku coba bagi tubuhku aku tidak lagi dapat berjalan,
maka kusatukan tubuhku kembali,
dan aku coba berdoa, berharap agar petunjuk menerangiku,
dan aku yakin bahwa aku harus memilih satu jalan,
meski aku tidak rela melepaskan tiga jalan yang lain.
aku pun sadar aku telah serakah.
dan aku yakin jalan ini yang paling benar.
ingin rasanya tubuh ini kubagi menjadi empat,
agar setiap jalannya dapat aku lalui,
namun ketika aku coba bagi tubuhku aku tidak lagi dapat berjalan,
maka kusatukan tubuhku kembali,
dan aku coba berdoa, berharap agar petunjuk menerangiku,
dan aku yakin bahwa aku harus memilih satu jalan,
meski aku tidak rela melepaskan tiga jalan yang lain.
aku pun sadar aku telah serakah.
dan aku yakin jalan ini yang paling benar.
Minggu, 16 Desember 2007
Liburan Ke Way Lalaan
Ini adalah kisah perjalanan liburan bersama teman-teman kantor setelah 5(lima) hari bekerja untuk merefresh kembali semua pikiran. Berawal kami berempat(4) adalah karyawan dari sebuah perusahaan Asuransi (Bumiputeramuda 1967) di Bandar Lampung. Kala itu perjalanan dimulai pukul 08.30 WIB, kami berlima yang terdiri dari : saya sendiri, Pak Bambang (Kasie teknik), Pak Dono (Kasie Pemasaran, mungkin setelah blog ini dibaca beliau sudah menjadi Kasie Pemasaran Samarinda, yup selamat dan semoga sukses ya pak!), dan Mba' Dessy (Kasie Keu,Pers & Umum). Kami menuju ke tempat Mba' Elly( merupakan calon Istri Pak Dono), Agus (staf Admin polis yang ditunjuk sebagai Guide) dan Adek (begitu Agus memanggilnya). Kami akhirnya bertujuh (7) berangkat menuju ke Air Terjun Way Lalaan di Kab. Tanggamus. perjalanan yang mendebarkan dan menyenangkan, mengikuti liukan jalan pegunungan.
perjalanan sekitar 3 jam dan baru sampai di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. But alangkah terkejutnya ternyata Air Terjun yang kami kira setinggi 30 meter, oh no! hanya 7 meter. he...
tapi is ok, meskipun salah kira Alhamdulillah disini pemandangannya masih terlihat Alami. begitupun airnya sejuk dan jernih. so saya pun langsung menarik baju keatas kemudian (burr! he.. basah deh)
setelah hampir 2 jam kami mandi dan berpose narsis didepan kamera kami pun bergegas ke Bendungan Batu Tegi yang masih ada di dalam kawasan Kab Tanggamus. kami dengan Percaya Diri langsung mengikuti petunjuk Guide. Dalam perjalanan ke Batu Tegi sekalian kami mencari makan tapi "kriuk-kriuk" (perut kami berbunyi) selama hampir 1/2 jam tak ditemukan tempat makan, bolak-balik Alhamdulillah akhirnya kami pun dapat makan kemudian kami berangkat menuju Batu Tegi. Dengan lantangnya guide kami berkata "lurus terus nanti kalo ada belokan kekanan baru belok". Sms pun diterima, sembari membaca dan menulis balasan sms, guide kami tetap dengan lantangnya "lurus terus nanti kalo ada belokan kekanan baru belok". Tapi waktu terus berjalan dan dalam hatiku berkata "bener ini jalannya, tapi masa bendungan ada diatas gunung", ya ternyata kami pun curiga kalo kami telah nyasar akhirnya Pak Bammbang pun bertanya dengan seorang penduduk sekitar "Permisi Pak mau tanya Bendungan Batu Tegi kearah mana ya Pak?". "Oh Kalo Batu Tegi jauh dibawah ini daerah Ulu Belu " Kata seorang Penduduk itu. kemudian spontan kami pun tertawa terbaha-bahak (Hua....ha....).
Singkat Cerita kami akhirnya sampai juga di Batu Tegi dan kami sampai di Bandar Lampung Pukul 19.00 Wib dengan suasana Hujan. Sungguh Liburan yang sangat berkesan.
(cerita ini di posting Untuk mengingat Pak Dono yang sudah menjadi Kasie Pemasaran di Bumida Lampung selama hampir 4 tahun dan semoga Sukses Di Samarinda untuk membesarkan nama Bumida)
perjalanan sekitar 3 jam dan baru sampai di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. But alangkah terkejutnya ternyata Air Terjun yang kami kira setinggi 30 meter, oh no! hanya 7 meter. he...
tapi is ok, meskipun salah kira Alhamdulillah disini pemandangannya masih terlihat Alami. begitupun airnya sejuk dan jernih. so saya pun langsung menarik baju keatas kemudian (burr! he.. basah deh)
setelah hampir 2 jam kami mandi dan berpose narsis didepan kamera kami pun bergegas ke Bendungan Batu Tegi yang masih ada di dalam kawasan Kab Tanggamus. kami dengan Percaya Diri langsung mengikuti petunjuk Guide. Dalam perjalanan ke Batu Tegi sekalian kami mencari makan tapi "kriuk-kriuk" (perut kami berbunyi) selama hampir 1/2 jam tak ditemukan tempat makan, bolak-balik Alhamdulillah akhirnya kami pun dapat makan kemudian kami berangkat menuju Batu Tegi. Dengan lantangnya guide kami berkata "lurus terus nanti kalo ada belokan kekanan baru belok". Sms pun diterima, sembari membaca dan menulis balasan sms, guide kami tetap dengan lantangnya "lurus terus nanti kalo ada belokan kekanan baru belok". Tapi waktu terus berjalan dan dalam hatiku berkata "bener ini jalannya, tapi masa bendungan ada diatas gunung", ya ternyata kami pun curiga kalo kami telah nyasar akhirnya Pak Bammbang pun bertanya dengan seorang penduduk sekitar "Permisi Pak mau tanya Bendungan Batu Tegi kearah mana ya Pak?". "Oh Kalo Batu Tegi jauh dibawah ini daerah Ulu Belu " Kata seorang Penduduk itu. kemudian spontan kami pun tertawa terbaha-bahak (Hua....ha....).
Singkat Cerita kami akhirnya sampai juga di Batu Tegi dan kami sampai di Bandar Lampung Pukul 19.00 Wib dengan suasana Hujan. Sungguh Liburan yang sangat berkesan.
(cerita ini di posting Untuk mengingat Pak Dono yang sudah menjadi Kasie Pemasaran di Bumida Lampung selama hampir 4 tahun dan semoga Sukses Di Samarinda untuk membesarkan nama Bumida)
Betapa Bodohnya Diriku
"Allah tidak ada tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan dibumi ........." (QS:Al Baqarah 255)
saat aku merenung dari penggalan ayat kursi diatas, aku pun akhirnya tahu bahwa semua makhluk-Nya adalah peliharaan-Nya. Kita dipelihara dari sejak janin hingga umur kita saat ini.
"Maka nikmat tuhan kamu manakah yang telah kamu dustakan?" (QS:Ar Rahman .....)
dan penyesalanku kenapa baru aku mengetahuinya, kenapa aku terlalu keras kepala untuk mengejar cita-cita dan tidak ingin tahu bahwa semua sudah ada yang mengaturnya, kenapa aku tidak berusaha untuk meminta kepada Dzat yang telah memelihara dan mengurusku, betapa bodohnya aku, betapa aku telah melupakan Tuhanku.
Astaghfirullah, Ya Robbi Segala Puji Bagi Mu sebagaimana layaknya kemuliaan sifat DzatMu dan Keagungan Kekuasaanmu. Ya Allah Ampunilah Aku?
saat aku merenung dari penggalan ayat kursi diatas, aku pun akhirnya tahu bahwa semua makhluk-Nya adalah peliharaan-Nya. Kita dipelihara dari sejak janin hingga umur kita saat ini.
"Maka nikmat tuhan kamu manakah yang telah kamu dustakan?" (QS:Ar Rahman .....)
dan penyesalanku kenapa baru aku mengetahuinya, kenapa aku terlalu keras kepala untuk mengejar cita-cita dan tidak ingin tahu bahwa semua sudah ada yang mengaturnya, kenapa aku tidak berusaha untuk meminta kepada Dzat yang telah memelihara dan mengurusku, betapa bodohnya aku, betapa aku telah melupakan Tuhanku.
Astaghfirullah, Ya Robbi Segala Puji Bagi Mu sebagaimana layaknya kemuliaan sifat DzatMu dan Keagungan Kekuasaanmu. Ya Allah Ampunilah Aku?
Langganan:
Postingan (Atom)