Minggu, 25 Mei 2008

Ruang Hati

ruang hatiku masih milikmu.
dan kupikirkan diriku dapat menempati ruang hatimu.
aku tahu jarak ini sungguh jauh.
tapi ingat wahai bintangku,
aku akan terus berjuang demi meraihmu.

ku mohon sisakan ruang hatimu untuk diriku tempati.
meski pun kini, engkau hampir menutup semua ruangan itu.
ijinkan aku dapat menghiasi ruang hatimu,
dengan pernak-pernik warna-warni dari ruang hatiku.

sesungguhnya seluruh ruang hatiku hanya untuk mu.
agar semua suka dan dukaku adalah milikmu.
hanya engkaulah yang menggenggam kunci ruang hatiku.
dan setiap pintu dalam ruang hatiku adalah milikmu.

Minggu, 18 Mei 2008

Suara Laguku di Ujung Waktu

Di sebuah Ujung aku bernyanyi.
Meski tidak melewati hati,
Nyanyianku telah menghenyakan waktu.
Di Waktu itu tak pantas aku menyanyi.
Walau karenanya hati menangis.
Ingin kembali dapat menyanyikan lagu.
Terlambatkah...!?
Karena batasku sudah mendera lara.
Aku hampir melewati waktu.
dibatas Ujung kadang melirih.
sayup-sayup sudah suara laguku.

Mei 2008
Hadiah Langit Malam

Dari beranda jendela putih aku tatap langit malam.
Menunggu bintang jatuh ditengah malam.
Bagian hatiku yang rapuh karena langit malam.
Menyesal berlinang sedih langit malam.

Adakah pikiran kokoh masih didalam langit malam?
Tubuhku yang hampir roboh karena langit semakin malam.
Cahaya mata menjadi keruh dalam gelap malam.
Kepala pun menjadi luluh terkalahkan langit malam.

Akhirnya kusandar tubuh dibawah langit malam.
Namun aku tetap betah memandang langit malam.
Meski mata telah melepuh tersayat langit malam.
Tak akan kusia-siakan hadiah dari langit malam.

April 2008

Dari Salahku

Seperti Kelelahan, otot leherku tak dapat mengangkat kepala.
Karena sebuah rasa malu, dan aku hanya bisa tertunduk.
Karena menyesal , karena aku bukanlah siapa-siapa.

Terasa angin menghela napasku.
Aku ingin dapat bangkit lagi, entah?
Bagaimana caranya? Meski sudah diinjak-injak harga diriku dari rasa salahku.

April 2008

Minggu, 30 Maret 2008

suara cinta

SUARA CINTA

SEBISAKAH AKU DENGAR LANGKAHMU.
KUCOBA PERIKSA SEKSAMA PENDENGARANKU.
TAPI TAK SATUPUN SUARAMU KUDENGAR.
KUCOBA HENINGKAN SEMUA SUARA DISEKITARKU.
MASIH SAJA AKU TAK DENGAR SUARAMU.

KEMANAKAH KAU HINGGA KINI AKU TUNGGU.
KAPANKAH KAU BERSUARA KEMBALI KARNA AKU RINDU.
SUARA INDAH DAN JUGA AKU SEDIKIT MEMBENCINYA.

WAHAI CINTA TERSAYANG BERSUARALAH KEPADAKU.
KAR'NA SUARA CINTAMU TAK INGIN KUTUNGGU LAGI.
AKU INGIN DENGAR SUARAMU SAAT INI.

WAHAI CINTA TERSAYANG BERSUARALAH SEKARANG.
KAR'NA KESALKU HAMPIR MENGHALANGI PANDANGAN HATIKU.

WAHAI CINTA BERSUARALAH SEKARANG KEPADAKU.
AGAR AKU TAK MENJADI MENYESAL UNTUK TIDAK MENDENGAR SUARA MU.

(maret 2008)

Minggu, 02 Maret 2008

Permohonan Sang Bujang Kesepian

Permohonan Sang Bujang Kesepian

Sunyi aku berharap pudar
Ramai aku nantikan sadar
Waraskah aku dalam derita
Keras ini buat aku meminta
”kumohon datangkanlah seorang bidadari, agar aku dapat menyayanginya agar aku dapat mencintainya, agar hidupku tidak sia-sia”

Ketukan yang meratap dihati
Lekukan tubuh yang dinanti
Terdiam dan aku masih menunggu
Kelam dan sunyi kuharap cepatlah runtuh
”wahai desir angin sampaikan mohonku, agar setiap manusia dan makhluk Nya mendengar mohonku pada Nya, agar aku tak lagi jadi bujang kesepian”
-Februari2008-
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

Engkau terus mengurusku
Tapi aku terus berbuat dosa kepada MU
Engkau telah menyayangiku
Tapi aku tidak sepenuh hati mencintai MU
Engkau telah memuliakan aku
Tapi aku tidak memuja MU
Ampunilah aku atas segala dosa ini
Dan aku telah melupakan MU
Aku ingin terus selalu mencintai MU
Dan dapat terus beribadah kepada MU
Aku bersyukur kepada MU
Dan aku memuja MU atas kebesaran MU
-maret 2008-
”Andai semua bisa kembali seperti dulu saat aku dan kamu bertemu lagi, andai itu sungguh bisa terjadi dimanapun dan kapanpun. Sungguh dalam kejernihan hatiku aku kan kuucapkan dengan lidahku: ”

Janji Sang Pecinta

Akan kuberi kau senyuman indah
Meski aku seorang pendiam
Akan kusayangi kau setulus nyawaku
Meski nyawaku hanya satu
Secantik apapun wajah-wajah disekitarku
Aku hanya ingin memandangmu
Sebanyak apapun aku bermimpi disetiap tidurku
Mimpiku selalu bersamamu
Aku merindukamu selalu
Walau kau ada didepan mataku

Akan kutaburi bunga dalam langkahmu
Serta kunyalakan lilin disetiap jalanmu
Agar kau tak ragu dan terjatuh
Sebab aku sangat menyayangimu

Akan kubawakan kau awan sejuk untuk selimutmu
Agar tidurmu nyenyak dan bahagia
Akau akan berdiri kokoh untuk berjaga
Agar mimpi-mimpimu bahagia tidak terbangun
Akan kubuang semua senjata disekelilingmu
Agar kau selalu berani dalam menatap

Meski kau diluar dan kehujanan
Akan kulindungi dengan semua tubuhku
Agar kau tidak gemetar dan kedinginan
Semuanya kulakukan dengan senyuman dan bahagia
Agar kau selalu tersenyum bahagia
Sebab aku sangat mencintaimu.
-Maret 2008-