Senin, 01 Juni 2009

untuk menjadi Pria Sejati

aku harus tahu siapa diriku, dimana tempatku, besarnya harga diriku; karena aku harus menjadi pria sejati; selalu berusaha menepati janjiku; aku harus fokus dan disiplin.

1 Juni 2009

Jumat, 15 Mei 2009

Waktu Mengingatmu

Disetiap sela-sela nafasku yang masih terengah-engah;

engkau masih bernafas dalam hatiku;

waktu mengingatmu kau adalah hatiku.

berhenti sejenak dalam langkahku; 

jalan ini pernah bersamamu, meski kini hampir terhapus semua;

Dan aku masih mengharapmu.

ku masih tumpahkan doa-doa untukmu;

kumasih sungguh menyayangi;

kumasih berharap kebaikan untukmu;

waktu mengingatmu aku masih ............

waktu mengingatmu adalah setiap keindahan;

kurasakan ketulusan cintaku padamu;

waktu mengingatmu, cinta ku hanya untukmu.

'untuk mu yang hampir tak terlupakan', Mei 2009

Minggu, 12 April 2009

Kini (12 April 2009)

Aku ingin mendengar puisi mu (My Heart)

Tulisan yang memberikan semangatku, kenapa tak ada keinginan untuk terbaca..........?
Kalau kamu sempat keluarlah!.........; karena pikiranku sudah ingin kembali bermimpi....
("aku malu jika mereka tahu guratan dalam hatiku, bukankah aku adalah lelaki?")
Tak usah kamu berpikir itu....!
("aku benci orang menanggapiku, padahal aku ungkapkan hanya untuk diriku...")
kenapa kamu telah menjadi egois?
("aku telah tersakiti; untuk apa harus ku ungkapkan?")
tersenyumlah My Heart, karena semua telah suratan....
(" aku harus bangkit!......... marah!......... dan akan kumaki-maki rasa sakit ini!.....")
bersabarlah My Heart......... Bijaksanalah My Heart........ Berdoalah My Heart.......
Semoga kita menjadi Berhasil untuk memeluk semua cita-cita ..... Amien")

April, 12nd 2009;
"kelak aku pasti berpuisi kembali"

Selasa, 13 Januari 2009

Kenangku Lampung

Telukbetung mu diantara pasir putih,
dari Tarahan hingga Mutun.
Laut yang menjulang sampai ke ujung Samudera Hindia.
Sepi, tak satu pun yang memperlihatkan ketegarannya di malam hari,
ketika malam telah menjenguk Tanjungkarang.
Bumi Ruwai Jurai yang berpakaian Tapis.
Dahulu gadis-gadismu masih bermahkota Siger.

Aku pernah Tidur di Pundakmu, diantara malam-malam mati,
sembari menunggangi gajah-gajah di tengah-tengah punggungmu.
meski nyatanya patung-patung itu yang ku namakan Bundaran Gajah.
Tak ada yang dapat terlupakan,
Batu tegi yang ku sebut Danaumu,
Way Lalaan yang ku sebut Niagaramu.
Lampung, aku pasti rindu Way Kambas,
juga diantara hutan-hutan sawit dan karet antara Blambangan Umpu hingga Sukadana,
Menapak kakiku bersama Bakauheni kepada Bandar Lampung.

13 Januari 2008, 1 Hari sebelum aku meninggalkan Bandar Lampung.

Kamis, 08 Januari 2009

Tekadku

Aku Harus Dapat Bertahan Untuk Mencapai Semua Keinginanku.

Ku Ingat Bahwa Waktu Tidak Akan Kembali.

Aku Tidak Akan Berhenti Melangkah Sebelum Jurang Besar Menghentikanku.

Sesungguhnya Didalam Langkah ku Adalah Hikmah.
Sesungguhnya Didalam Waktu ku Adalah Sabar.
Sesungguhnya Didalam Hati ku Adalah Iman.

Amiinii Yaa Allahu Amiinaa Yaa Rahmaanu Yaa Rahiimu.

01 Januari 2009

Minggu, 28 Desember 2008

Ketika Tahun Ini Harus Berganti

Aku menghitung dalam hari-hari, disetiap kekesalan ini.
kemanakah aku harus mengadukannya?
Aku menghitung setiap detiknya, untuk semua keceriaanku.
kepada siapa aku harus berbagi?

Tidak ada yang akan abadi kecuali Dia.
Semua harus menghitung umurnya,
karena semua harus kembali kepada-NYA.

Aku berjalan didepan fajar tenggelam.
Apakah esok hari aku masih dapat melihatnya?
Aku melangkah meninggalkan bayanganku.
Apa saja yang selama ini telah aku lakukan?

Ketika Tahun ini harus berganti.
Astaghfirullah, aku seharusnya banyak memohon Ampunan atas setiap perbuatan ini.
Ketika Tahun ini memang harus berganti.
Alhamdulillah, aku semestinya banyak bersyukur atas semua kenikmatan yang aku dapati.

Jika umurku Sampai di sini.
"Aku mohon Wahai Tuhanku masukkanlah aku kedalam golongan orang-orang Sholeh."
Ketika tahun esok aku masih berkesempatan.
Alhamdulillah, "Ya Allah, aku mohon berilah kekuatan dan hidayahMu agar semua kesempatan tidak ada yang sia-sia."

28 Desember 2008, 30 Dzulhijah 1429 (menjelang tahun baru 1430 H)

Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1430 H. Mohon maaf segala alpa dan kilafku lahir maupun batin, semoga kita bertambah sukses dan sukses selalu, amin.

Jumat, 26 Desember 2008

Engkau Malam Ini

Sehening malam ini yang telah menjadi bisu.
Sepintas cahaya bintang ada di matamu.
"Bulan, aku rindu ucapan manisnya".
Sepandang gelap diantara mata buta.
Sepejam mimpi ada dalam pikirannya.
"Fajar, cepatlah engkau ke hadapanku".
Aku di malam ini masih berharap cintaku ada dipelukku.
Aku di pagi hari masih berharap cintaku membangunkanku.
Tidak akan ku jemu mengingatmu.
Tidak akan ku lelah mencarimu.
Meski malam ini engkau melupakanku,
atau engkau coba buat aku membencimu.
Pada malam ini aku nyatakan hanya engkaulah cintaku.
Mulai malam ini engkau akan ku yakinkan bahwa hanya engkau lah cintaku.

26 Desember 2008